Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CEO Tesla, Elon Musk, dikenal sebagai salah satu pemerhati serius cryptocurrency alias mata uang kripto. Lebih dari sekedar pemerhati, Elon Musk juga diketahui sebagai seorang hodler. Memang detail portfolio mata uang kripto yang dokuasainya tidak tervalidasi secara detail. Tapi setidaknya Tesla yang didirikan dan dipimpinnya pernah diberitakan membeli Bitcoin dalam jumlah yang cukup fantastis, 1,5 milyar dolar.

Dilansir media berita CNBC pada hari Rabu (29/09) lalu, Elon Musk menyarankan agar pemerintah Amerika Serikat tidak mencoba- coba mengatur pasar mata uang kripto.

“Pasar mata uang kripto itu tidak mungkin dihentikan, kalaupun pemerintah melakukan upaya ke arah itu, paling hanya bisa sedikit memperlambat pertumbuhannya”, ucap Elon Musk saat berbicara pada acara The Code Conference di Beverly Hills, California.

Saat seorang kolumnis The New York Times bernama Kara Swisher menanyakan apakah sebaiknya pemerintah Amerika Serikat melibatkan diri dalam pengaturan dunia kripto, Elon Musk memberikan jawaban singkat tapi menohok. “Menurut saya, jangan lakukan apa-apa”, ucapnya.

Awal tahun ini Tesla mengumumkan pembelian bitcoin yang nilainya setara dengan 1.5 milyar dolar. Nilai itu membengkak menjadi lebih dari 2.5 milyar dolar hanya dalam beberapa bulan seiring lonjakan harga bitcoin pada kuartal kedua tahun yang sama. Meskipun setelah itu kemudian harga bitcoin perlahan kembali turun.

Elon Musk memang dikenal sering mengungkapkan dukungan pada koin-koin mata uang digital melalui akun Twitter pribadinya. Sebagai seorang pendukung mata uang kripto ia mengungkapkan bahwa mata uang kripto memiliki kemampuan untuk mengeliminir banyak kelemahan dari sistem mata uang konvensional yang diakui pemerintah negara-negara di seluruh belahan bumi saat ini.

Meskipun begitu dia juga tidak mendewakan mata uang kripto. Dia bahkan mengatakan bahwa mata uang kripto juga tidak merupakan jawaban sempurna dari kesuruhan persoalan masyarakat yang kita hadapi.

“Saya bukan ahli mata uang kripto”, kata Elon Musk. “Saya melihat ada banyak nilai lebih dari mata uang kripto, tapi juga bukan sebuah keajaiban yang dapat menyelesaikan seluruh persoalan dunia seperti peristiwa kembalinya Mesias”, lanjutnya.

Pendapat Elon Musk Tentang Represi Pemerintah Tiongkok Terhadap Mata Uang Kripto

Selain pemerintah Amerika Serikat, Elon Musk juga mengemukakan pendapatnya mengenai tindakan represif pemerintah Tiongkok terhadap perdagangan dan penambangan mata uang kripto.

Minggu lalu Bank Sentral Tiongkok baru saja meningkatkan tekanannya terhadap dinamika mata uang kripto, salah satunya dengan implementasi sistem untuk memonitor transaksi keuangan yang berhubungan dengan mata uang kripto.

Elon Musk awalnya menenggarai jika sikap keras pemerintah Tiongkok itu lebih diakibatkab oleh masalah serius yang dihadapi Tiongkok dalam hal produksi tenaga listrik. Proses penambangan koin kripto memang diketahui sangat boros listrik.

“Sebagian alasannya mungkin akibat keterbatasan listrik di aebagian wilayah negara itu”, kata Elon Musk. “Ada banyak daerah terutama di bagian selatan negara itu yang masih aering mengalami pemadaman listrik karena ketersediaan liatrik yang lebih rendah dari kebutuhan”, sambungnya.

Musk said the heavy hand likely has to do with the country’s “significant electricity generation issues.”

“Penambangan mata uang kripto mungkin turut bertanggung jawab pada memburuknya persoalan itu”, simpulnya.

Sementara di tingkat yang lebih tinggi Elon Musk melihat bahwa sifat desentralisasi yang menjadi sifat alami mata uang kripto tidak cocok dengan gaya kepemimpinan di negeri tirai bambu itu.

“Sepertinya mata uang kripto yang menghilangkan daya kendali pemerintah tidak sesuai dengan karakter sentralistik gaya kepemimpinan Tiongkok”, kata Elon Musk. “Dan mereka tidak menyukainya”, tutupnya.

Leave a comment