Apa Itu Stablecoin?

Apa Itu Stablecoin? Jenis Mata Uang Kripto yang Lebih Stabil
Apa Itu Stablecoin? Jenis Mata Uang Kripto yang Lebih Stabil

Akhir-akhir ini kita semakin sering mendengar kata Bitcoin disebut-sebut. Sebagian dari kita mungkin bahkan bukan hanya sekedar mendengar tapi sudah memilikinya. Tidak hanya Bitcoin, nama-nama mata uang kripto lain yang muncul menyusul meroketnya popularitas Bitcoin juga mulai mencuri perhatian. Sebut saja Doge atau Ethereum misalnya. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tapi apakah anda pernah mendengar stablecoin?

Apa Itu Stablecoin?

Stablecoin adalah kelas baru dalam dunia mata uang kripto yang diciptakan untuk menjawab salah satu karakter mata uang kripto yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai kelemahan, yaitu soal stabilitas nilai. Caranya adalah dengan mengaitkannya kepada cadangan aset tertentu, misalnya mata uang konvensional. Sejak kelahirannya stablecoin semakin menarik perhatian karena dapat menawarkan kelebihan dan menutupi kekurangan mata uang kripto dan mata uang konvensional.

Dari mata uang kripto stablecoin membawa kemudahan bertransaksi, keamanan, dan privasi, sementara dari sisi mata uang konvensional menawarkan nilai yang stabil.


Ringkasan

  • Stablecoin adalah mata uang kripto yang mengaitkan nilai pasarnya dengan referensi eksternal tertentu.
  • Stablecoin dapat dikaitkan dengan mata uang konvensional seperti misalnya dolar Amerika atau komoditi tertentu yang nilainya relatif stabil, misalnya emas.

Pengertian Stablecoin

Bitcoin sampai saat ini memang masih menjadi mata uang kripto paling populer sejagat. Sayangnya Bitcoin dan mata uang kripto lain umumnya terjebak dengan valuasinya yang cenderung berflukatuasi dalam rentang yang sangat lebar. Misalnya harga Bitcoin yang pada bulan November tahun lalu berada di angka $5950 melesat mencapai harga $19.700 pada bulan Desember, hanya dalam sebulan. Lalu tiba-tiba terpangkas hampir 2/3-nya dalam waktu kurang dari dua bulan hingga menyentuh angka $6.900 pada bulan Februari tahun ini.

Fluktuasi tajam dalam dunia mata uang kripto memang bukan sesuatu yang janggal. Jangankan bicara bulan. Pada hari yang sama, hanya dalam hitungan beberapa jam saja tingkat fluktuasinya bisa mencapai 10%, baik naik ataupun turun.

Volatilitas yang sangat tinggi dalam rentang waktu singkat mungkin memang membuat Bitcoin dan mata uang kripto lainnya menarik bagi mereka yang mencari keuntungan lewat trading jangka pendek. Tetapi jika diharapkan nantinya akan menjadi instrumen pembayaran, tentu volatilitas yang demikian besar akan menjadi masalah tersendiri.

Mata uang sudah seharusnya memenuhi beberapa fungsi. Pertama menjadi instrumen pertukaran, entah ditukar dengan barang dan jasa atau dengan mata uang lain. Kedua menjadi instrumen simpanan, dalam hal ini nilainya haruslah relatif stabil untuk jangka waktu yang cukup panjang.

Orang tidak akan tertarik untuk mengadopsinya menjadi alat pembayaran kalau daya beli mata uang itu fluktuasinya demikian tinggi sehingga sulit diprediksi. Misalnya kalau jumlah yang hari ini cukup untuk membeli 100 butir telur, tahun depan hanya bisa mendapat 95 butir kita mungkin tidak terlalu melihatnya sebagai masalah serius. Tapi kalau pagi bisa membeli 100 butir telur lalu sorenya hanya bisa membeli 50 saja, jelas jadi masalah serius.

Agar dapat digunakan sehari-hari menggantikan fungsi mata uang konvensional, mata uang kripto harus memiliki daya bayar yang stabil dengan inflasi yang rendah, sehingga orang lebih tertarik untuk membelanjakan mata uang kripto.yand dimilikinya alih-alih menyimpannya berlama-lama.

Stablecoin adalah mata uang kripto yang memungkinkan kondisi ideal ini tercapai.

Stabilitas Nilai

Apa yang membuat mata uang konvensional nilainya cenderung stabil? Pertama adalah mata uang konvensional dijamin oleh cadangan dalam bentuk aset bernilai tinggi. Misalnya mata uang lain yang nilainya cenderung stabil seperti dolar Amerika atau komoditas yang harganya cenderung stabil seperti emas. Kedua adalah adanya otoritas resmi yang sewaktu-waktu bisa turun untuk mengendalikan stabilitas dan mencegah fluktuasi yang terlalu ekstrim.

Karena mata uang konvensional dikaitkan dengan aset stabil seperti emas atau cadangan devisa sebagai jaminan, nilainya cenderung aman dari pergerakan yang liar.

Kalaupun sampai ada kejadian dimana kurs mata uang konvensional terkoreksi pada tingkat yang terlalu tajam, lembaga keuangan yang memang memiliki tugas untuk menjaga kestabilan kurs pasti akan turun tangan untuk menstabilkannya, entah dengan mempengaruhi sisi penawaran atau permintaan. Dua instrumen penting ini yang tidak dimiliki oleh mata uang kripto biasa. Mereka tidak memiliki aset stabil yang menjamin stabilitasnya, dan tidak ada otoritas yang berfungsi menjaga stabilitas harganya.

Stablecoin diciptakan untuk menjembatani kesenjangan antara mata uang kripto dan mata uang konvensional seperti yang dijelaskan sebelumnya. Dengan begitu kemungkinan mata uang kripto diterima sebagai alat pembayaran semakin besar.

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *