Apa Itu Cryptocurrency Alias Mata Uang Kripto?

Apa Itu Mata Uang Kripto - Definisi Cryptocurrency
Apa Itu Mata Uang Kripto - Definisi Cryptocurrency

Apakah pertanyaaan seperti “Apa itu cryptocurrency?” atau “Apa itu mata uang kripto?” pernah atau malah sering melintas di benak anda akhir-akhir ini?

Kalau iya, anda tidak sendiri!

Harga sejumlah cryptocurrency alias mata uang kripto yang meroket akhir ini membuat dompet banyak orang yang memiliki mata uang kripto tiba-tiba menggelembung besar bak airbag mobil saat tabrakan.

Seperti sosok komedian Bolot yang sering muncul di TV, kalau sudah soal fulus, kalau nyerempet urusan cuan, kuping orang memang sangat sensitif, sangat cepat berdiri. Jadilah mata uang kripto menjadi bahan buruan. Mekanisme pasar langsung bereaksi. Membludaknya orang yang berminat membeli otomatis membuat harga semakin melambung tinggi.

Begitulah “lingkaran setan” itu terus terus berputar semakin besar dengan cepat sehingga Bitcoin, pionir mata uang kripto yang tadinya banyak dipandang sebelah mata, harganya tiba-tiba melesat hingga mencapai angka 64.800 dolar per kepingnya. Benar, enam puluh empat ribu delapan ratus dolar Amerika. Kalau dikonversikan ke dalam rupiah dengan kurs Rp. 14.500 per dolar angkanya semakin mencengangkan lagi yaitu 939,6 juta rupiah. Hampir semilyar Coy!

Seiring dengan meningkatnya popularitas Bitcoin, banyak mata uang kripto lain bermunculan. Saat nilai Bitcoin meningkat tajam, cryptocurreny alternatif ini harganya juga ikut terkerek naik, sehingga juga banyak diburu.

Bagi banyak orang cryptocurrency alias mata uang kripto itu sama misteriusnya dengan babi ngepet.

Bahkan banyak orang yang turut menanamkan uangnya untuk trading cryptocurrency atau menempatkan dana dalam investasi mata uang kripto tidak benar-benar memahami cryptocurrency, apa itu mata uang kripto? Jalan fikirannya langsung to the point, cuan. Nggak perlu lah pusing-pusing nyari ngerti. Yang penting kalau menguntungkan cepat beli. Sebanyak-banyaknya. Kalau perlu ngutang dulu nggak apa-apa.

Apakah anda termasuk orang yang berusaha memahami dulu sebelum terjun atau sudah terjun duluan meskipun belum benar-benar faham, memahami apa itu mata uang kripto tentu sangat bermanfaat. Bahkan untuk anda yang sekedar ingin tahu karena kepo sajapun tetap bermanfaat. Siapa tahu kalau sudah faham justru bisa melihat potensinya dan pada saat ada dana berlebih kemudian ikut nyebur juga. Bukankah ada kata bijak yang berbunyi “Tak kenal maka tak sayang”?

Crypto itu sebutan pendek dari cryptocurrency yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi mata uang kripto.

Jadi Apa Itu Mata Uang Kripto?

Cryptocurrency atau mata uang kripto adalah mata uang digital atau mata uang virtual yang menggunakan teknik pengamanan kriptografi sehingga hampir tidak mungkin dipalsukan ataupun digandakan. Kebanyakan mata uang kripto merupakan jaringan tersebar berdasarkan teknologi blockchain, dimana pencatatan data yang dikenal dengan sebutan ledger tersimpan menyebar pada setiap komputer yang terhubung dalam jaringan.

Salah satu keistimewaan mata uang kripto adalah tidak diterbitkan oleh otoritas manapun sehingga secara teoritis tidak akan dapat diintervensi, diatur, atau dikendalikan pemerintah negara manapun.

Memahami Mata Uang Kripto

Mata uang kripto adalah sistem yang memfasilitasi pembayaran online yang aman dengan denominasi dalam bentuk token virtual yang dicatatkan dalam bentuk entri pada ledger secara internal di dalam sistem.

Istilah kripto sendiri merujuk pada sejumlah algoritma enkripsi dan teknik kriptografi untuk melindungi entri-entri pada ledger.

Jenis Mata Uang Kripto

Mata uang kripto pertama yang menggunakan teknologi blockchain adalah Bitcoin, yang sampai sekarang masih merupakan mata uang kripto yang paling populer dan memiliki nilai paling tinggi.

Tapi sekarang ada ribuan mata uang kripto alternatif yang masing-masing memiliki fungsi dan spesifikasi tersendiri. Banyak diantara jejeran mata uang kripto yang jumlahnya terus bertambah itu merupakan clone dari Bitcoin, meskipun ada juga yang sama sekali baru dab dibangun dari nol.

Bitcoin sendiri diperkenalkan pada tahun 2009 oleh sebuah kelompok yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto. Per bulan Maret 2021 sudah ada 18,6 juta keping Bitcoin yang beredar dengan total kapitalisasi sekitar 927 milyar dolar.

Mata uang kripto lain yang muncul menyusul popularitas Bitcoin sering disebut sebagai “altcoins” alias koin alternatif. Sebagian diantaranya menyisipkan kata “coin” pada namanya, misalnya Litecoin, Peercoin, atau Namecoin misalnya. Tetapi banyak juga yang memiliki nama yang berbeda sama sekali seperti Ethereum, Cardano, dan EOS.

Saat ini nilai keseluruhan dari semua mata uang kripto yang ada diperkirakan mencapai 1,5 trilyun dolar, dimana 60% diantaranya adalah Bitcoin.

Kelebihan Mata Uang Kripto

Nantinya mata uang kripto diharapkan dapat mempermudah kita untuk mentransfer dana tanpa harus melibatkan fihak ketiga seperti bank. Proses transfer ini dilindungi dengan teknologi pengamanan yang melibatkan private keys dan public keys.

Masing-masing pengguna mata uang kripto punya tempat untuk menyimpan mata uang yang dimilikinya. Tempat penyimpanan mata uang kripto itu disebut “wallet” alias dompet. Karena mata uangnya berbentuk virtual, tentunya dompet crypto ini juga merupakan dompet virtual. Meskipun sama-sama berfungsi sebagai tempat menyimpan uang, wallet crypto ini tidak ada wujud fisiknya.

Dalam dunia cryptocurrency, wallet yang dimiliki masing-masing pengguna memiliki public key. Sementara si pengguna sendiri memiliki private key yang digunakan untuk mencatatkan transaksi.

Biaya untuk proses transfer ini jauh lebih rendah dibandingkan biaya transfer yang dipatok institusi keuangan resmi seperti bank.

Kekurangan Mata Uang Kripto

Dalam mekanisme konvensional, agar kita bisa mentansfer dana melalui jaringan perbankan, kita harus membuka rekening di salah satu bank. Saat kita membuka rekening, bank menggunakan mekanisme khusus untuk memvalidasi identitas kita sebelum menyetujui untuk menerima kita sebagai nasabahnya.

Sebagai nasabah bank identitas kita valid. Keberadaan kita bisa dilacak. Transaksi keuangan kita dapat ditelusuri.

Mata uang kripto dalam hal ini berbeda 180 derajat. Sebagai pengguna kita bisa dikatakan tidak bisa dikenali alias anonymous. Kondisi ini bisa saja dimanfaatkan orang untuk melakukan aktivitas yang melanggar hukum seperti pencucian uang atau penghindaran pajak.

Benarkah begitu?

Ternyata tidak juga. Bitcoin misalnya, bukanlah pilihan tepat untuk melakukan tindak kejahatan melalui transaksi keuangan online. Mekanisme blockchain yang dimiliki Bitcoin justru memiliki kemampuan untuk melakukan analisa forensik sehingga bisa membantu polisi mengidentifikasi, menangkap, dan menghukum pelaku kejahatan.

Selain itu tidak semua orang sependapat dengan pandangan bahwa status anonymous pengguna dapat dimanfaatkan pelaku tindah kejahatan. Banyak orang justru meyakini kalau keadaan anonymous justru memberi banyak manfaat.

Masing-masing mata uang kripto memiliki karakter tersendiri. Dalam hal privasi, ada beberapa mata uang kripto yang lebih memberi penekanan. Misalnya transaksi Dash, Monero, dan ZCash lebih sulit ditelusuri.

Teknologi Mata Uang Kripto

Jantung dari fungsionalitas dan keamanan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya adalah teknologi blockchain, yang digunakan untuk mengelola catatan transaksi alias ledger yang terdistribusi di banyak komputer. Ledger menyimpan seluruh data transaksi yang pernah terjadi. Setiap komputer yang terhubung dalam jaringan menyimpan ledger yang sama. Setiap terjadi transaksi, datanya disebar ke semua ledger. Hanya bila semua ledger tidak menemukan masalah maka transaksi itu akan dikonfirmasi dan data pada semua ledger akan diupdate. Karena setiap transaksi harus “diketahui” dan “disetujui” semua ledger, kemungkinan terjadi manipulasi hampir tidak mungkin.

Para pakar meyakini bahwa teknologi blockchain juga dapar dimanfaatkan untuk banyak kebutuhan lain seperti pemungutan suara secara elektronis dalam pemilihan umum atau pendanaan bersama dalam mekanisme crowdfunding misalnya. Salah satu institusi keuangan terbesar dunia JP Morgan Chase bahkan meyakini bahwa penggunan teknologi blockchain dapat menurunkan biaya transaksi pembayaran.

Karena data mata uang kripto tidak disimpan pada hanya satu database terpusat, keamanannya lebih terjamin. Data mata uang kripto disimpan dalam ledger yang terdistribusi di banyak komputer. Kalau salah satu komputer mengalami masalah teknis yang menyebabkan data terhapus sekalipun, salinan yang sama persis ada di banyak komputer lainnya.

Selain itu tidak ada otoritas yang dapat mengakses apalagi ngobok-ngobok datanya. Baik data keuanganmaupun data pribadi.

Pandangan Miring Terhadap Mata Uang Kripto 

Karena harga mata uang kripto sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar, oleh supply dan demand, kurs pertukaran mata uang kripto fluktuasinya bisa sangat tinggi. Apalagi rata-rata mata uang kripto memang sengaja ketersediaannya dibuat langka.

Sepanjang perjalanannya, harga Bitcoin juga naik turun dengan tingkat fluktuasi luar biasa. Misalnya pada bulan Desember 2017 harga Bitcoin melesat dengan kenaikan mencapai 19 ribu dolar hanya dalam sebulan. Tetapi bulan-bulan berikutnya malah menukik tajam hingga mencapai angka $7000.

Tidak terlalu mengherankan kalau kemudian banyak analis mengatakan kalau kejayaan mata uang kripto itu hanya sesaat saja, jangka pendek. Kenaikan cepat akhir-akhir ini hanya merupakan gelembung yang sewaktu-waktu akan pecah.

Ada juga kekhawsatiran terhadap akibat dari fakta kalau Bitcoin dan mata uang kripto lainnya nilainya tidak dikaitkkan aset yang memiliki nilai. Bahkan sebuah riset menemukan fakta bahwa biaya produksi dari setiap keping Bitcoin yang sangat tinggi dan terus meningkatpun ditentukan oleh mekanisme pasar.

Teknologi blockchain yang menjadi jantung mata uang kripto memang sangat aman. Tapi instrumen-instrumen lain seperti platform perdagangannya atau aplikasi penyimpanannya yang dikenal dengan istilah wallet tidak benar-benar aman dari ancaman hacker. Kenyataanya bukan sekali dua kali portal perdagangan mata uang kripto menjadi korban. Beberapa kasus bahkan kerugiannya mencapai jutaan dolar.

Meskipun begitu tetap saja potensi dari kelebihan yang dimiliki mata uang kripto memang diakui banyak pengamat. Tahan terhadap inflasi, mudah dipertukarkan, dibawa-bawa, bahkan dibagikan. Bayangkan kalau kita mau membagi sekeping emas batangan. Dan jangan dilupakan, sama sekali tidak tersentuh ororitas keuangan manapun, termasuk pemerintah dan bank sentral.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *